Indonesia Negara Pertama yang Menerima Lisensi Penebangan dari Uni Eropa untuk Memerangi Penebangan Liar


Ayo Share!
Penebangan Hutan di hutan Indonesia

Dalam langkah menuju ke arah yang lebih baik, Indonesia telah mengeluarkan lisensi baru oleh Uni Eropa yang  membuatnya jadi negara pertama di dunia untuk menjual kayu di bawah standar lingkungan yang baru.

Hal tersebut dimumkan beberapa hari lalu, bahwa Indonesia telah memenuhi syarat untuk menjadi prioritas utama dalam penegakan hukum kehutanan di dunia, Tata Kelola dan Perdagangan lisensi (FLEGT), yang berarti bahwa mulai bulan November, kayu yang tidak membawa sertifikat ini akan dilarang perdagangannya di Uni Eropa dan konsumen dapat yakin mereka membeli dari sumber yang legal.

Lisensi ini adalah bagian dari Rencana FLEGT Action di Uni Eropa, yang telah diuji coba penerapannya selama lebih dari satu dekade, untuk menghentikan eksploitasi kayu yang ditebang secara ilegal ke dalam Uni Eropa dan berkontribusi untuk pengelolaan hutan lestari di seluruh dunia. Ini juga salah satu program dari PBB sampai tahun 2030, yaitu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainabe Development Goals).

Indonesia telah mengembangkan skema verifikasi hukum kayu sendiri, menunjukkan niat untuk memerangi pembalakan liar yang marak di hutan, yang merupakan kunci untuk dikeluarkan lisensi.

perjuangan Indonesia melawan korupsi, pembalakan liar, dan deforestasi didokumentasikan dengan baik. Menurut sebuah studi oleh KPK, antara 2003 sampai 2014, estimasi nilai komersial penebangan ilegal berkisar antara 60,7 Milyar Dollar sampai 81,4 Milyar Dollar Amerika. Penelitian juga mengatakan bahwa jumlah penebangan pohon yang benar-benar legal hanya sekitar seperempat dari nilai di atas saja, sungguh miris memang.

Di bawah sistem baru, pemerintah Indonesia hanya akan menerbitkan izin dan sertifikat untuk produsen yang menggunakan kayu yang mematuhi hukum lingkungan, sosial, dan ekonomi yang ketat. Pihak ketiga dipantau oleh kelompok-kelompok lingkungan akan mengeluarkan izin.

“Indonesia telah mengambil langkah-langkah penting untuk memperkuat tata kelola hutan, memberantas pembalakan liar, memodernisasi sektor kehutanan, dan meningkatkan praktek bisnis,” kata Robert Simpson program Pangan dan Pertanian FLEGT PBB.

“Selain membantu untuk membatasi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pembalakan liar, menunjukkan legalitas kayu membuka pintu untuk mempromosikan mata pencaharian yang berkelanjutan dari masyarakat hutan dan meningkatkan akses ke pasar kayu internasional,” tambahnya.

Kurang lebih, saat ini ada lima negara – Kamerun, Ghana, Liberia, Republik Kongo, dan Republik Afrika Tengah – yang bekerja dengan Uni Eropa terhadap lisensi FLEGT mereka dan selanjutnya sembilan negara juga ingin memulai negosiasi. 15 negara tersebut mencakup 24 persen hutan tropis dunia dan memasok hingga tiga perempat dari impor kayu tropis Uni Eropa.

Sadar bahwa ini adalah perjuangan yang berat. Mereka yang ikut andil dalam peperangan ini selalu berusaha sekuat tenaga dan tetap merasa optimis.

“Kami percaya sistem yang kredibel,” kata Charles-Michel Geurts, wakil kepala misi Uni Eropa untuk Indonesia dalam sebuah pernyataan. “Tapi hari ini adalah permulaan, dan belum berakhir.”

Ayo Share!

What's Your Reaction?

Ngamok Ngamok
0
Ngamok
Wkwk Wkwk
0
Wkwk
Luv Luv
0
Luv
Nangid Nangid
0
Nangid
WoW WoW
0
WoW
Mantap Mantap
0
Mantap
Unyu Unyu
0
Unyu

Indonesia Negara Pertama yang Menerima Lisensi Penebangan dari Uni Eropa untuk Memerangi Penebangan Liar

Choose A Format
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item